Review Film Mantan Kekasih Joker Dalam ‘Birds of Prey’

Fishcorp.org – BIRDS OF PREY besutan Cathy Yan bisa jadi menjawab pertanyaan fans DC Comics mengenai apa yang terjadi setelah SUICIDE SQUAD berakhir. Karena film solo karakter Harley Quinn ini juga mengambil timeline tidak lama setelah kejadian dalam live action yang berisi kumpulan villain tersebut.

Dikisahkan bila Harley Quinn yang diperankan oleh Margot Robbie, putus dari Joker setelah lama mereka berpacaran. Meski sudah putus, Harley tidak pernah mengakui akan hal itu pada siapapun demi melindungi dirinya. Karena jelas, tak akan ada yang berani untuk mendekati jika ia masih berstatus sebagai pacar Mr J.

Namun suatu hari, Harley nekat membuat pengumuman putus dengan meledakan tempat di mana ia dan Joker pertama kali bertemu. Pengumuman itu membuatnya dikejar oleh banyak orang di Gotham. Sampai keadaan memaksa Harley menjadi kaki tangan Roman Sionis alias Black Mask (diperankan Ewan McGregor). Pria tersebut meminta Harley memburu gadis kecil yang telah mencuri berliannya.

  1. Review BIRDS OF PREY

Sejak trailer dan materi promonya dirilis beberapa waktu lalu, kita sudah tahu bahwa karakter Joker yang diperankan oleh Jared Leto tak akan kembali. Sebagai gantinya, film yang naskahnya ditulis oleh Christina Hodson ini memperkenalkan empat tokoh perempuan dengan perbedaan karakter dan latar belakang.

Empat orang ini adalah Black Canary, Huntress, Renee Montoya serta Cassandra Cain yang menemani Harley Quinn melawan orang-orang yang inginkan kematian mereka. Lantas, apakah filmnya masih seru?

  1. Akting Margot Robbie yang Memikat!

Jawabannya, tentu saja. BIRDS OF PREY adalah suguhan yang menghibur. Meski tidak ada lagi Joker, Harley Quinn yang ingin merdeka dari patah hati berhasil membawa semangat emansipasi wanita pada film ini. Lewat lima karakter yang ditampilkan, terlihat sekali menggambarkan hal tersebut.

Baca Juga : Slot Online

Alur penceritaan dibuat maju mundur, bahkan terkesan acak dipandu narasi konyol Harley Quinn yang dibawakan Margot Robbie dengan memikat. Alih-alih bingung, struktur itu justru membuat filmnya jadi mudah dipahami karena jika dipaksa alur maju akan terasa membosankan. Meski diadaptasi dari komik, film ini hanya bisa disaksikan oleh penonton berusia di atas 17 tahun ke atas. Karena adegan kekerasan ditampilkan cukup vulgar, mengganggu walau tetap estetik disimak.

  1. Seru, Konyol, tapi Mudah Dilupakan

Secara garis besar, film ini tergolong seru, unik, dan aneh. Contohnya, ketika Harley Quinn mencoba melupakan sosok Joker dengan cara menghancurkan pabrik Ace Chemicals, ada ledakan warna-warni ala Tim Burton yang sudah dua kali menyutradarai film Batman di era ’90-an.

Busana yang Quinn kenakan juga kental dengan nuansa ’80-an dan ’90-an. Satu hal lain yang sangat menarik adalah tatanan rambutnya yang terlihat imut dan juga menggemaskan. Film ini juga selalu menjaga tradisi dari film Suicide Squad, yaitu menghadirkan tokoh metahuman. Bagi yang tidak tahu, metahuman di DC Comics ini memiliki arti yang sama seperti mutan di Marvel Comics.

Meski seru dan sangat menyenangkan, kisah film ini rasanya akan terlalu mudah untuk dilupakan. Sebab, konflik yang dihadapi tidak terlalu besar dan tokoh-tokoh yang diceritakan dalam film terlalu banyak. Film ini layak untuk dijadikan tontonan santai bersama teman-teman. Tapi, jangan harap ada unsur drama serius di film yang lebih bisa dikategorikan sebagai action comedy ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *